Palopo, (Kemenag Palopo) – Dalam upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membentengi generasi muda dari kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Polres Palopo melalui Satuan Intelkam menggelar pelatihan literasi digital bagi siswa SMA, SMK, dan MA se-Kota Palopo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan berlangsung di Laboratorium Informatika MAN Kota Palopo.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Bagian Intelkam Polres Palopo, Dedy Apriansyah, bersama personel Bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri, Rijal. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Polri dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui platform pembelajaran digital pihak ketiga, Senopati Academy.id.
Sebanyak 400 siswa dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kota Palopo menjadi target peserta dalam program ini. Pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai teknologi AI, manfaatnya dalam dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang memanfaatkan AI.
Dalam pemaparannya, Dedy Apriansyah menjelaskan bahwa perkembangan AI membawa banyak peluang, tetapi juga menghadirkan ancaman baru, seperti penipuan digital, penyalahgunaan identitas, pembuatan konten palsu (deepfake), hingga berbagai modus kejahatan siber lainnya yang menyasar kalangan pelajar.
“Pelajar harus menjadi pengguna AI yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan sampai menjadi korban ataupun pelaku penyalahgunaan teknologi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Rijal dari Bagian TIK Polri memberikan edukasi mengenai cara mengenali modus kejahatan digital berbasis AI, menjaga keamanan data pribadi, serta langkah-langkah sederhana untuk melindungi akun dan identitas digital di berbagai platform.
Mewakili Kepala MAN Kota Palopo, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, H. Abdul Wahhab, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut di MAN Kota Palopo. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran digital di kalangan peserta didik.
“Pelatihan literasi digital ini menjadi salah satu bentuk tindakan preventif digital di lingkungan madrasah. Kami ingin siswa tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan mengenali dan menghindari berbagai ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang,” pungkasnya.
Ia menambahkan, madrasah terus berkomitmen menghadirkan program-program edukatif yang membekali siswa dengan keterampilan digital, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran di era transformasi digital.
Melalui pelatihan ini, para peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI secara positif untuk mendukung proses belajar, meningkatkan kreativitas, dan mengembangkan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik dan diskusi, sehingga siswa dapat memahami penggunaan AI secara aman dan produktif. Program ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan budaya literasi digital di lingkungan sekolah sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan kejahatan siber di era kecerdasan buatan.
Pelatihan di Laboratorium Informatika MAN Kota Palopo ini menjadi salah satu rangkaian program edukasi literasi digital yang menyasar pelajar di Kota Palopo sebagai upaya menciptakan generasi yang cerdas digital, aman bermedia, dan siap menghadapi perkembangan teknologi AI secara bijak.(adr/rdp)





