Palopo, (Kemenag Palopo) – mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta melalui salah satu nilai Panca Cinta, yakni Cinta Allah dan Rasul-Nya, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung di Masjid At-Tarbiyah MAN Kota Palopo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta warga madrasah ini menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter dan spiritual sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo H. Muhammad Haderawi, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, Lurah Balandai, Bhabinkamtibmas Kelurahan Balandai, Kepala Tata Usaha, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik MAN Kota Palopo.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palopo, H. Muhammad Haderawi, mengajak seluruh warga madrasah untuk mensyukuri nikmat kesehatan sebagai salah satu bentuk keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
“Setiap manusia memiliki mahkota yang berada di atas kepalanya, yaitu kesehatan. Mahkota itu hanya bisa dilihat oleh orang yang sedang sakit. Alhamdulillah hari ini kita semua diberi kesehatan. Menjaga kesehatan dan lingkungan juga merupakan bagian dari akhlak Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah dapat dipelajari langsung melalui Al-Qur’an. Oleh karena itu, peserta didik didorong untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, mendengarkan, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya.
“Kalau ingin mencari akhlak Rasulullah, bukalah Al-Qur’an. Banyak membaca dan mendengarkan bagaimana Rasulullah memuliakan orang-orang yang menuntut ilmu,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya adab dalam proses menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu tidak hanya diperoleh melalui kecerdasan, tetapi juga melalui penghormatan kepada orang tua dan guru sebagai pintu keberkahan ilmu.
Dalam kesempatan tersebut, Kakan Kemenag memperkenalkan sejumlah ilmuwan muslim yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia, seperti Ibnu Sina di bidang kedokteran, Al-Khawarizmi di bidang matematika, Ibnu Rusyd di bidang filsafat, Al-Ghazali di bidang ilmu agama (Akidah, fikih, usul fikih), dan ilmuwan Islam lainnya.
Menurutnya, istilah aljabar yang dipelajari hingga saat ini berasal dari karya monumental Al-Khawarizmi dalam bidang matematika. Berkat karya inilah Al-Khawarizmi dikenal sebagai Bapak Aljabar, yang meletakkan dasar-dasar ilmu aljabar dan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan matematika modern.
“Melalui kegiatan ini, jangan hanya menjadikannya sebagai seremoni Maulid semata. Jadikan ini sebagai kesempatan mengambil teladan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MAN Kota Palopo, Hj. Jumrah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga madrasah yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para wali kelas yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama demi kelancaran kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh warga madrasah yang telah bersatu padu menyelenggarakan Maulid Nabi ini, khususnya para wali kelas atas kerja sama dan dukungannya. Mari kita bersama-sama meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hikmah Maulid disampaikan oleh Ustaz Hasmyar Atmaja Hamdinata yang mengajak peserta didik menjadikan Maulid sebagai sarana refleksi dan muhasabah diri dengan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
Ia menyoroti pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai wujud cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
“Hari ini banyak anak yang pura-pura sakit agar tidak berangkat sekolah, sementara banyak orang tua yang pura-pura sehat agar tetap bisa bekerja mencari nafkah untuk anak-anaknya. Jangan sampai kita mengkhianati kepercayaan dan pengorbanan orang tua,” pesannya.
Ustaz Hasmyar juga mengutip pesan yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i bahwa menghormati guru memiliki nilai yang sangat besar dalam perjalanan menuntut ilmu.
“Hormatmu kepada gurumu lebih berarti daripada ilmu yang kamu dapatkan darinya,” ungkapnya mengutip nasihat Imam Syafi’i.
Selain itu, ia mengingatkan tentang kemuliaan perempuan dalam Islam. Menjelang wafatnya, Rasulullah SAW berulang kali berpesan agar umatnya menjaga salat dan memuliakan perempuan.
“Rasulullah berpesan, ash-shalatu wan-nisa. Jagalah salatmu karena salat adalah tiang agama, dan perempuan adalah tiang negara. Islam mengangkat derajat perempuan dengan sangat mulia,” jelasnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, MAN Kota Palopo menegaskan komitmennya mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya, dengan menanamkan kecintaan kepada Allah melalui ibadah, meneladani akhlak Rasulullah SAW, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan muhasabah agar seluruh warga MAN Kota Palopo senantiasa diberi kemampuan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi, keluarga, madrasah, dan masyarakat. (adr/rdp)





